Empat Sekawan yang Gak Pernah Serius ( Chapter 1 ) Empat Sekawan yang Gak Pernah Serius ( Chapter 2 ) Tiga Pesulap ( Chapter 1 ) Tiga Pesulap ( Chapter 2 ) Tiga Pesulap ( Chapter 3 )
Ayam Homo yang Kesepuluh Ayam Terakhir Belajar Motivasi dari Dunia Lain Eh, Keceplosan! Happy Ending....... Humor ala Bajuri dan Oneng Humor Kamasutra ( Chapter 4 ) Humor Kamasutra ( Chapter 3 ) Humor Kamasutra ( Chapter 2 ) Humor Kamasutra ( Chapter 1 ) Papa dan Anak Drakula Surat dari Si Penjual Buah yang Patah Hati Teka-Teki Asal Gobleg Beserta Jawabannya Ternyata, Dia Bohong Pak Hakim! Tiga Penjual Buah yang Kena Hukum Video Lucu Sepuluh Idiot
Bikin Banner Gratisan yang Bisa di Klik Maraknya Bisnis Online Serba-Serbi Internet ( Chapter 1) Tips Untuk Menarik Pengunjung ke Blog Kita
Air Putih Segar dan Sehat.... Deteksi Beragam Penyakit Dengan Kuku Dua Puluh Fakta Unik Tentang Tubuh Kita Dua Puluh Lima Cara Alami Mencegah Flu da Pilek Enam Makanan Anti Kanker Payudara Fakta Tentang Nyamuk Inilah Manfaat dari Mandi... Mendengkur Alias Ngorok Obesitas Pada Anak Sepuluh Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak Penyebab Mata Lelah Sepuluh Makanan Penyebab Bau Badan dan Bau Mulut Sepuluh Penyakit yang Memalukan Ternyata Pete Berkhasiat Juga.......... Waspada Mikro Penis Pada Anak Tujuh Metode Memasak Paling Sehat
Asal Mula Nama Tempat di Jakarta Foto-foto Kerangka Manusia Raksasa Nostalgia Jakarta Tempo Doeloe ( Chapter 1 ) Nostalgia Jakarta Tempo Doeloe ( Chapter 2 ) Produk Lawas Yang Ada Sampai Sekarang
Burungku di Sandera Istriku Pagelaran Wayang Kulit di alam Siluman ( Chapter 1 ) Pagelaran Wayang Kulit di alam Siluman ( Chapter 2 ) Video Penampakan Makhluk Halus di Acara Dunia Lain
Berfikirlah Positip.... Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kado Kotak Kosong Lima Kiat Sukses Seorang Pegawai Menjadi Kaya Nasehat Untuk Ayah dan Ibu Semangkuk Bakmi Panas Sepuluh Hal yang Tidak Bisa Dibeli Oleh Uang Sepuluh Resep Sukses Bangsa Jepang Tips Cara Untuk Mengatasi Tekanan Kerja Tujuh Keajaiban Dunia
Derby Della Capitalle Fakta dan Data Seorang Francesco Totti Sepuluh Pemain Sepak Bola Nasional Dengan Gaji Tertinggi Sepuluh Pemain Sepak Bola Mancanegara Dengan Gaji Tertinggi
Aplikasi Nyata Setelah Ramadhan Delapan Jenis Cinta Dialog Nabi Muhammad SAW dengan Iblis Laknatullah Fakta Menarik Berbagai Macam Warna Yang Dihasilkan Oleh Api Kiat Sehat Ala Rasulullah SAW Sedekah Kepada Orang Malas Sembilan Ibadah Sunah Rasulullah Senyuman Hadiah Paling Berharga Untuk Apa Kalau Terminalnya Neraka
Falsafah Lima Jari Foto-Foto Liger ( Lion Tiger ) Frank Dux Versus Chong Lie Jawaban Tentang Video Malaikat Turun di Atas Ka'bah Mekah Kickboxer Lima Film Nasional Yang Lagi Diputar Lima Film Van Damme Yang Paling Laris Mengenal Tokoh Dunia Pewayangan Sepuluh Buah Paling Lezat di dunia, Menurut Lidah Orang Bule The Smurfs...Film Animasi Keluarga 3D Yang Keren Abis
5 Hal Yang Membuat Waktu Terbuang dan Cara mengatasinya Empat Cara Kreatif Agar Tetap Romantis Sepuluh Cara Alami Tingkatkan Energi Sepuluh Hal Yang Wanita Inginkan Tips Membina Hubungan Baik Dengan Atasan Tips Menghadapi Cewek Galak tips Menghilangkan Bau Busuk Sepatu Tips Menyampaikan Pesan dan Produk Lewat Presentasi

Statistic Today

Total Guest My Blog

Ingin Banyak Artikel dan Cerita Menarik lainnya, Masukkan Emailmu di sini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Blog Translator

Daftar Isi Blog

Memuat...

Monday, February 18, 2013

Cerita Hikmah

Tomi, Pimpinan sebuah perusahaan di Jakarta, tiba di rumahnya jam 9 malam. Tak seperti biasanya anaknya, dinda, umur 9 tahun membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, blum tidur?" sapa tomi "Aku nunggu Papa pulang, sebab aku mau tanya, Berapa sih gaji Papa?" "Kamu hitung ya..Tiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar 400.000, tiap bulan rata-rata 22 hari kerja, kadang Sabtu masih lembur.
Berapa gaji Papa hayo?" "Kalo 1 hari Papa dibayar 400.000 untuk 10 jam, berarti 1 jam Papa digaji 40.000 dong" "Wah, pinter kamu. Sekarang cuci kaki, terus tidur ya.." "Papa, aku boleh pinjam 5.000 gak?" "Sudah, gak usah macam-macam.. Buat apa minta uang malam-malam gini? Tidurlah.." "Tapi Papa…, "Papa bilang tidur!"

Dinda pun lari menuju kamarnya sedih. Usai mandi,Tomi menyesali kekesalannya, menengok dinda di kamar tidurnya sedang terisak sambil memegang Rp 15.000
Sambil mengelus kepala dinda, tomi berkata, "Maafin Papa ya..Papa sayang sama dinda..
Tapi buat apa sih minta uang sekarang? "Papa, aku gak minta uang. Aku hanya pinjam,
nanti aku kembalikan kalo sudah menabung lagi dari uang jajan seminggu ini." "lya, iya, tapi buat apa?" "Aku nunggu Papa dari jam 8 mau ajak Papa main ular tangga 30 menit aja. Mama sering bilang waktu Papa itu amat berharga Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku hanya ada 15.000...Karna Papa 1 jam dibayar 40.000, maka setengah jam aku harus ganti 20.000.. Duit tabunganku kurang 5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa" kata dinda polos .Tomi pun terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dgn haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yg dia berikan selama ini, tak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

Oleh : Dedy Mulyanto
Image by : Google
»»  Baca Selengkapnya...

Bunga-Bunga Kehidupan




Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warna-warni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak.

Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan.

Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bunga-bunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bunga-bunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas.

Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan.

Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya.

Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandung-senandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab


Oleh : Dedy Mulyanto, Sukron atas share tulisannya, mohon izin untuk berbagi...
Gambar by Google Image
»»  Baca Selengkapnya...

Wednesday, February 13, 2013

Empat Sekawan Yang Gak Pernah Serius ( Chapter 3 )


Arzun sedih dan kecewa karena dia telah dibohongi oleh Rini, Kini doi sadar bahwa Rini telah berpura-pura naksir pada dirinya. Arzun merasa dijebak, saat doi kencan dengan Rini, dengan serta merta Ruri, ceweknya Arzun datang dan mencak-mencak. Walhasil Ruri pun minta putus dengan Arzun. Tapi Arzun merasa gak masalah diputusin Ruri, kan masih ada Rini, pikirnya. Tapi dugaan Arzun salah alias meleset, ternyata gak disangka dan gak diduga, Rini pun mengaku batal dan mundur teratur berniat jadi pacarnya Arzun. Rini merasa Arzun gak setia, sudah punya pacar masih nekat nerima cewek lain, pikir Rini. Arzun pun jadi nelangsa, sama Ruri putus, sama Rini batal, jadilah kini Arzun jomblo sukses. Tapi bukan Arzun namanya kalo terus bersedih dan bermuram durja, percuma gue digelari Playboy sejakarta Selatan kalo mesti patah hati apalagi frustasi bila diputusi oleh seorang cewek, batinnya, "come on Zun, live must go on.." ujar Gujer sahabatnya yang saban hari datang buat menghiburnya. Gujer belakangan ini memang sering sekali menyambangi rumahnya Arzun. Selain menemani dan menghibur Arzun yang lagi patah hati, ternyata kedatangan Gujer ke rumah Arzun ada udang di balik batu alias ada maunya. Selidik punya selidik ternyata si Gujer ini lagi nyatronin si Eny anak SMP yang ngontrak di kontrakan engkongnya Arzun. Gujer emang naksir berat sama si Eny, menurut Gujer, si Eny tuh anaknya polos, gak kaya ABG kebanyakan jaman sekarang, gak suka nongkrong, gak suka ngeceng, gak lebay...pokoknya gak macem-macemlah. Eny kalo pulang sekolah langsung pulang ke rumahnya, (ya iyalah, masa pulang ke rumah Pak RT!), rajin bantu orang tua, dan...pokoknya, dia itu lain zun" ujar Gujer sambil mengguncang-guncang tubuh Arzun. " Sontak Arzun yang emang lagi ngelamun mikirin nasib cintanya kaget bukan kepalang. " apa sih lu jer! lebay banget luh!" anak SMP aja lo sukai, phedelopil lo!" sergah arzun seraya menyambar handuk dan menghilang di balik kamar mandi. " Eny itu emang lain Zun, walaupun dia masih SMP, cuma dia itu dewasa...lo, lihat tuh, dia lagi menampih beras, bantuin nyokapnya," ujar gujer sambil ngintip dari balik jendela kamar Arzun. Dan ada yang paling gue suka ama dia zun....lo tau apa zun...?" tanya Gujer. " Eng...Eng...Engak tau jer" sambung Arzun sambil terdengar suaranya agak ngeden dikit. " Ah kampret lo, lagi ngebom lo ya!" yang ditanya gak menjawab. Dia itu sangat perhatian sama gue, itu yang bikin gue jatuh cinta sama dia, buktinya gue dikasih obat jerawat sama dia, dan mungkin emang jodoh kali ye...jerawat gue mulai bersih nih, mungkin yang ngasih hatinya juga bersih, ikhlas....sambung gujer sambil meluk bantal guling. Eh ngomong-ngomong soal jerawat, yang namanya Gujer itu emang gudangnya jerawat, makanya dia dipanggil Gujer alias gudang jerawat. Nama aslinya sig Gunawan doank, tapi doangnya jangan ditulis, cukup disebut aja. Gunawan tho! Gunawan alias Gujer ini salah seorang teman sekelasnya Relubis, anaknya agak gaya, tapi cenderung norak. Rambutnya ikal mirip kang Doel sumbang, Hobinya main catur. gak heran kalo setiap ada perayaan tujuh belasan si gujer ini selalu terdaftar sebagai salah satu peserta lomba catur, hasilnya...tentu saja selalu kalah...he..he..he... Gujer selalu ingin perfect dalam penampilan, rambutnya selalu kelimis diminyaki, walaupun kalo minyak rambutnya habis dia nekat pake minyak goreng, yang penting gaya . Kemejanya selalu berwarna-warni, karena menurut dia, hidup itu harus dinamis, gak boleh statis. Tapi ada satu kendala yang bikin gujer gak pede ama penampilannya, ya itu tadi jerawat atau bahasa kerennya Acne!! (bukan Acne Monica ya! itu Agness tau!!!) Gujer emang kesel banget sama jerawatnya. Mula-mula tumbuh satu, terus dua, terus tiga (ya iyalah habis satu ya dua, tiga,dan seterusnya, anak kecil juga tau) lama kelamaan jerawatnya makin banyak, hampir menutupi pipinya. Gujer jadi gak pede, lebih-lebih temen sekelasnya manggil dia dengan sebutan Gujer-Gudang Jerawat! Doi mulai cari obat-obatan buat basmi jerawatnya, mulai dari obat dokter, obat cina sampe obat arab dicobanya, tapi semua hasilnya nihil, dan jerawat-jerawat gujer pun tetap subur bertengger di pipi Gujer. Pernah suatu ketika Arzun ngasih saran, "menurut nenek gue, lo coba pake kumis kucing, terus lo gosok-gosok, mudah-mudahan mujarab." Yang namanya Gujer , pokoknya kalo buat penampilan dia selalu bela-belain, " ok zun,jangankan kumis kucing, kumis lele pun gua jabanin" batin gujer dalam hati. Gujer pun dengan semangatnya menjalankan saran dari sahabatnya itu. Keesokan harinya Gujer mencak-mencak sama Arzun di kelas. Mukanya penuh dengan perbanan. " Dasar temen gila! lo mau bunuh gue zun, nih lo lihat akibat saran lo, muka gue bukannya sembuh, malah pada baret gak karuan!" kata Gujer sambil minta pertanggung jawaban arzun. "Lha lo kenapa jer? mo jadi mummi? balas arzun cekikikan nglihat tampang gujer. "lo malah ngeledek, nih gara-gara ngikutin saran lo pake kumis kucing..., abis muka gue dicakarin kucing!!" Huhahahahahaha...dasar bahlul ente jer!! yang gue maksud itu, daun kumis kucing, bukan kumis kucing beneran, lo sih keburu semangat, orang kalo kaga tau nanya dulu kek...kaciiaaan...." ujar Arzun sambil berlari menghindari kejaran gujer yang menghujaninya dengan timpukan kapur tulis. Ya itulah, semua obat udah dicoba, dari yang cair, sampai yang padat , dari yang dioles, sampai yang  diminum semua udah dijalanin untuk kesembuhan jerawatnya gujer, tapi ama mau dikata, emang belom waktunya kali, tuh jerawat masih aja nangkring dengan suksesnya di muka gujer, akhirnya Gujer pun pasrah, dan kelihatannya dia mulai terbiasa dan menikmati dengan jerawatnya. Menurut dia, jerawatnya malah bikin dia kelihatan agak manis." ujar gujer menghibur diri. Dan ini terbukti ketika tanpa sengaja Gujer menyapa Eny, anak SMP yang tadi itu, gadis itu tersenyum dan tersipu malu, Gujer merasa gadis itu suka padanya, dan dia makin merasa dapat kesempatan buat bertemu dengan Eny, karena bapaknya Eny pun kelihatan respect sama Gujer. Suatu saat Gujer nekat datang ke rumahnya Eny di malam minggu, Gujer datang bawa martabak, karena menurut Arzun bapaknya Eny sangat suka dengan martabak. Benar saja Gujer diterima dengan baik, ayahnya eny sangat senang dengan kehadiran Gujer. " wah ini toh yang namanya mas gujer, monggo mas duduk sini, wah repot-repot bawa apa sih?" ujar bapaknya Eny. "ah biasa pak, ini ada sedikit oleh-oleh, jawab gujer sambil matanya plarak-plirik nyariin Eny. "Wah makasih mas, saya sangat senang kamu datang, jadinya saya ada teman." bentar ya mas..." ndook....tolong buat minum buat si masnya nih, dan sini tho, keluar temenin kita!" Gujer senang bukan kepalang karena bentar lagi dia bakal ketemu dengan Eny dan bakal ditemani pula. "kuat gak sampai pagi?" tanya bapaknya Eny. "hah? ku.ku..at kuat lah pak? emang boleh sama bapak?" "ya boleh lah, siapa yang ngelarang, asal kamu kuat bapak malah senang." "kalo gak kuat juga gak apa-apa, kamu boleh nginap, biar diterusi besok." "wah gile bener nih bokapnya Eny, gue baru sekali datang udah ditawari nginap, ah gapapalah ngobrol sama Eny siapa sih yang gak kuat? walaupun ngantuk gue kuat-kuatin." batin gujer dalam hati. Akhirnya keluar seorang anak kecil membawa minuman di baki. " hayo mas, diminum kopinya, biar kuat, oh ya, kenalkan ini anak saya handoko, sebenarnya saya punya dua orang anak, satunya perempuan kakaknya handoko,cuma  sudah pulang ke jawa, sekolah di sana, gak tau tuh kenapa tiba-tiba dia pingin sekolah di jawa, katanya sih dia takut ada anak muda yang godain dia terus, sampe-sampe dia gak mau lagi sekolah di Jakarta. Saya juga lagi cari yang mana tuh cowok yang sering godain anak saya, kalo ketemu tak kruwes sampe lemes, monggo mas, kita mulai..." Gujer diam seribu basa, hatinya hancur berkeping-keping, ada rasa sedih karena ternyata Eny gak betul-betul suka sama dia, ada pula rasa takut, karena bila bapaknya Eny sampai tahu bahwa selama ini dialah yang sering godain si Eny, habislah si gujer dikruwes sampe lemes. Ada juga rasa heran kenapa tiba-tiba bapaknya si Eny malah menggelar papan catur, "catur?" Gujer bertanya spontan. "lha iya tho, menurut mas Arzun, mas gujer menantang saya untuk tarung catur sampe pagi, hayo mas saya sangat senang ternyata ada anak muda yang berani melawan saya, tapi saya ini orangnya keras  dan saklak lho mas, kalo sampean sudah menantang saya, maka itu tandanya kita harus main sampai waktu yang kita sepakati, yaitu sampai pagi. sampean sudah gak bisa mundur, kalo sampean mundur......TAK KRUWES SAMPE LEMES!!!......Gujer pun pingsan dengan suksesnya. Dari balik jendela, Relubis, Arzun dan Kuple cekikikan menyaksikan si derita dan nestapa sigujer....********


Karikatur searching from Google
»»  Baca Selengkapnya...

Monday, February 11, 2013

Tujuh Metode Memasak Paling Sehat


Bahan-bahan pangan yang sebenarnya kaya akan nutrisi bisa berubah menjadi makanan kurang sehat bila dimasak dengan cara yang salah. Padahal ada cara mengolah makanan yang lezat tetapi tetap sehat. Makanan justru akan lebih bernutrisi setelah dimasak, misalnya saja wortel, bayam, dan tomat. Proses pemasakan akan membantu pelepasan antioksidan dengan cara menghancurkan dinding sel sehingga zat-zat penting dalam sayuran itu lebih mudah diserap tubuh.


Berikut adalah 7 metode memasak yang dianggap paling sehat:


1. Menggunakan microwave



Memasak dengan microwave mungkin yang paling sehat karena waktu memasaknya singkat sehingga kerusakan nutrisi lebih sedikit. Penelitian menunjukkan memasak sayuran paling tepat adalah dengan microwave. Brokoli misalnya, kandungan vitamin C-nya lebih optimal jika dimasak dengan microwave.  Bahan makanan yang dimasak dengan microwave memang bisa menjadi kering, tetapi hal ini bisa dicegah dengan menambahkan sedikit air sebelum dipanaskan. Pastikan pula Anda menggunakan tempat makanan khusus untuk microwave.

2. Merebus



Merebus adalah cara yang mudah dan cepat. Anda hanya perlu menambahkan air dan sedikit garam. Namun suhu yang tinggi dan jumlah air yang banyak bisa mengurangi jumlah vitamin larut air dan mineral dalam sayuran sampai 70 persen. Merebus lebih dianjurkan untuk wortel, brokoli, atau zucchini (sayuran mirip mentimun hijau).

3. Mengukus


Hampir semua jenis bahan makanan, mulai dari sayuran sampai ikan cocok dikukus. Dengan metode memasak ini rasa asli dan nutrisi makanan tetap terjaga.

4. Merebus dengan sedikit air



Merebus dengan sedikit air (poaching) adalah cara yang direkomendasikan untuk makanan seperti ikan, telur, atau buah.

5. Membakar



Ini adalah metode pemasakan makanan langsung ke dalam panas atau api dalam waktu singkat. Pembakaran adalah cara yang dianjurkan untuk memasak daging yang dipotong, seperti sate.

6. Memanggang



Memanggang adalah cara yang dianjurkan untuk mendapatkan rasa daging yang tetap segar dan empuk. Tetapi beberapa riset menyebutkan cara memasak ini bisa meningkatkan risiko kanker pankreas dan kanker payduara. Memanggang di suhu tinggi akan menghasilkan reaksi kimia antara lemak dan protein dalam daging sehingga menghasilkan toksin yang akan merusak keseimbangan antioksidan dalam tubuh. Hal ini diketahui akan memicu diabetes dan penyakit kardiovaskular.

7. Menumis




Metode pemasakan ini hanya memerlukan sedikit minyak. Hampir sebagian besar bahan pangan cocok dimasak dengan cara ini.

8. Tidak dimasak



Pola makan makanan mentah (raw food) sedang populer belakangan ini. Penganut pola makan ini mengklaim cara ini yang paling sehat karena kandungan vitamin, mineral, serat, dan enzim dalam sayuran tidak akan hilang. Meski begitu beberapa riset menyebut mengasup makanan mentah akan membuat kita kehilangan likopen dalam tomat serta antioksidan dalam wortel atau bayam.


Taken From  :  Kompas
»»  Baca Selengkapnya...

Wednesday, August 22, 2012

Tiga Pesulap ( Chapter 3 )

          
         Sesampainya di rumah, Pak Harun segera meletakkan sepedanya di samping emperan rumah, dia segera berjingkat menuju pintu depan rumahnya, perlahan dan hati-hati Pak Harun memutar anak kunci pintu, dan nyaris tanpa mengeluarkan suara, Pak Harun berhasil masuk ke dalam rumahnya. Di tengoknya kamar depan, tampak ketiga bersaudara itu masih terlelap dalam tidur nyenyaknya. Pak Harun segera menuju dapur belakang, dan dengan cepat ia meletakkan potongan lengan tangan manusia dan hati kambing di wadah baskom jadi satu dengan mata kucing. "Ah...syukurlah, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa." gumamnya dalam hati. Kemudian Pak Harun segera membersihkan tangannya di kamar mandi dan sesaat kemudian ia segera menuju kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.

          Singkat cerita, hari telah berganti menjadi siang, kebetulan hari ini adalah hari Minggu,dan atas inisiatif Pak Harun, ketiga bersaudara itu bermaksud melanjutkan atraksinya yang tertunda kemarin malam, dan kebetulan juga hari Minggu ini banyak warga yang bekerja bakti membersihkan lingkungan kampung, dan kesempatan itu dipergunakan oleh Pak Harun beserta ketiga bersaudara itu untuk mengumpulkan warga di tanah lapang samping rumah Pak Harun. Entah siapa yang memulainya atau dari mulut ke mulut, ratusan warga datang berduyun-duyun menuju ke lapangan rumahnya Pak Harun, dan seperti biasanya mereka langsung membuat lingkaran dengan tertibnya. Kini ketiga bersaudara itu telah berada di tengah-tebgah lingkaran, dan tampak pula pak Harun berada di tengah-tengah lingkaran warga itu, Sebagian penonton tidak berani menyaksikan kondisi fisik dari ketiga bersaudara itu. Maklumlah, saat ini kondisi fisik dari ketiga bersaudara itu jelas terlihat. Rosikin yang cuma bermata satu, Raisman yang lengannya tidak lengkap, terlebih lagi Romelih yang rongga dadanya bolong melompong. Selanjutnya, seperti sudah menjadi bagian dari ketiganya, Pak Harun membuka pertunjukan pagi hari ini. " Nah, bapak-bapak, ibu-ibu serta saudara-saudara sekalian, pagi hari ini ketiga teman saya ini akan melanjutkan pertunjukan yang tadi malam tertunda karena hujan, langsung saja ini dia dan saksikan atraksi dari ketiga teman saya ini." ujar Pak Harun layaknya seorang MC professional. Rosikin segera mengambil baskom dan meletakkannya dihadapannya. Dibukanyakain penutup baskom itu. Wajah Pak Harun tampak tegang, ia berharap semoga saja Rosikin tidak tahu bahwa semua anggota tubuhnya dan dua saudaranya telah ditukar. Rosikin diam sejenak, nampak guratan wajahnya tegang, parlahan dia mengambil bola mata dari baskom itu. Dengan kedua telapak tangannya, Rosikin mulai membersihkan bola mata itu. Sambil menggenggamnya, ia berjalan mengelilingi warga kampung yang berdiri takjub mematung. Kemudian Rosikin kembali persis di tengah-tengah lapangan. Secepat kilat ia meletakkan bola mata itu di rongga matanya yang satu lagi, kemudian telapak tangannya menutup rapat dan mengosok-gosokan . Sesaat kemudian Rosikin melepaskan telapak tangannya, dan tampaklah kini rongga mata itu sudah tidak bolong lagi. Mata Rosikin kini telah terpasang, sempurna seperti sedia kala. Para penonton takjub dan heran bukan kepalang, mereka semua bertepuk tangan menyaksikan atraksi dari si sulung Rosikin.

          Kini tiba saatnya Raisman yang melakukan aksinya, dia pun segera menyambar lengan tangan dari baskom itu, dan tampak banyak cakap dia segera memasang lengannya seperti memasang mainan saja. didorongnya lengan itu, ditekannya dan sedikit diputarnya. Dan "jreng!" lengan itu kini sudah menempel dengan sempurnanya. Kembali penonton bersorak riuh menyaksikan kehebatan dari Raisman.  Terakhir kini Romelih yang unjuk kebolehan. Dia pun mengambil anggota tubuh yang tersisa. Digenggamnya hati itu, tetapi dia tidak segera memasangnya, melainkan berjalan mengelilingi lingkaran sambil mendekati warga kampung. "Ada yang mau membantu saya memasangkan hati ini?"  tanyanya sambil terus berjalalan berkeliling. Tentu saja warga kampung tidak ada yang mau, bahkan mereka segera mundur teratur begitu Romelih mendekat ke arah mereka. Selesai berkeliling, Romelih kembali ke tengah lingkaran, Hati itu kemudian disematkannya di dalam rongga adanya yang bolong, sesaat tangannya keluar tanpa menggenggam hatinya lagi, kemudian Romelih meniup telapak tangannya dan mengusapkannya pada rongga dadanya yang masih bolong. Sungguh aneh bersamaan dengan digosokannya telapak tangan  Romelih, rongga dada yang tadi bolong kini tertutup sempurna, seperti sedia kala, tanpa jahitan pula. Warga kampung geleng-geleng kepala menyaksikan pertunjukan itu, mereka nyaris tak percaya dengan peristiwa yang mereka baru saja saksikan. Sorak-sorai penonton serta tepuk tangan kepuasan mengakhiri pertunjukan ketiga bersaudara itu. " Nah, bapak, ibu dan saudara sekalian, demikian tadi pertunjukan kebolehan dari teman saya ini, dan kami mohon bapak, ibu dan saudara sekalian berkenan memberi ala kadarnya untuk sekedar uang makan mereka." sambung pak Harun diikuti oleh Raisman yang segera menggelar secarik kain di tengah-tengah lingkaran. Dan tanpa diduga warga kampung secara bersamaan melempar sejumlah uang di atas kain itu. Sesaat kemudian telah terkumpul banyak sekali sejumlah uang di atas kain itu. Ketika sudah tidak ada lagi warga yang melempar uangnya, Rosikin segera merapihkan uang itu dan membungkusnya dengan kain tadi. Para warga kampung satu per satu telah bubar kembali ke rumahnya masing-masing. Kini tinggallah Pak Harun dan ketiga bersaudara itu. Mereka pun segera menuju rumah Pak Harun.

          " Wah tidak disangka ya, hari ini kita banyak dapat uang." ujar Romelih sambil membereskan dan menghitung uang pemberian warga kampung. "Terima kasih Pak Harun, semua ini adalah atas bantuan bapak juga." sambung Rosikin sambil menyerahkan sejumlah uang pada pak Harun. " Apa ini...?" tanya Pak Harun. " Terimalah pak, ini adalah hasil kerja dari kita semua." ujar Raisman. " Jangan nak, ambil saja, kalian lebih membutuhkan, bapak ikhlas membantu kalian." sergah Pak Harun. Dalam hati kecilnya pak Harun merasa berdosa sekali, karena tanpa sepengetahuan ketiganya, organ tubuh yang terpasang itu adalah bukan milik mereka. Raisman terus berusaha membagi hasil pada pak harun, tetapi Pak Harun dengan halus dan teguh tetap menolak pemberian dari ketiganya. Setelah beristirahat sebentar, Ketiga bersaudara itu berpamitan pada Pak Harun untuk melanjutkan perjalanan mereka guna menjual kebolehan mereka pada orang-orang yang mereka temui. Bagaimanakah kisah selanjutnya, apa yang akan terjadi pada ketiga bersaudara itu? Nantikan postingan kami selanjutnya...di Tiga Pesulap ( Chapter 4 )
»»  Baca Selengkapnya...
 
Kumpulan Cerita Fiksi - Berbagi dan Memberi Informasi Copyright © 2011 - All right reserved | Blog Owner by Fachruddin Zaenal Saleh